Penjelasan Terkini dari Wamenaker Afriansyah Noor, Dr. Fachrul Razi: Ada Pola Sistematis Mendiskreditkan Demokrat Melalui Isu Program MBG -->

Penjelasan Terkini dari Wamenaker Afriansyah Noor, Dr. Fachrul Razi: Ada Pola Sistematis Mendiskreditkan Demokrat Melalui Isu Program MBG

Kamis, 11 Juni 2026, 20:31



AmbaritaNews.com | Jakarta - Pakar Politik sekaligus Senator Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) periode 2014–2024, Dr. Fachrul Razi, M.I.P., memberikan analisis kritis terkait pusaran isu miring yang belakangan ini menyeret program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Menanggapi berkembangnya pemberitaan mengenai dugaan keterlibatan sejumlah nama eksekutif—termasuk penjelasan terkini dari Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengenai keterlibatan putranya dalam program tersebut—Fachrul Razi melihat ada motif politik yang lebih besar di balik framing publik yang sedang dibangun.


Menurut Fachrul Razi, polemik yang berkembang di media sosial dan ruang publik sengaja diarahkan secara bias untuk memojokkan pihak-pihak tertentu, khususnya Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), beserta Partai Demokrat serta Wamenaker RI.


"Jika kita bedah anatomi opininya, ada pola yang sangat sistematis untuk mendiskreditkan AHY dan Partai Demokrat. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini adalah program strategis nasional yang berada di bawah koordinasi lintas sektoral. Namun, setiap kali ada dinamika atau masalah teknis di lapangan, yang sengaja ditembak dan dijadikan sasaran tembak opini justru AHY dan Demokrat dan Wamenaker RI. Ini jelas sebuah political framing yang tidak sehat," ujar Fachrul Razi dalam keterangan tertulisnya kepada media, Kamis (11/6/2026).


Mantan Ketua Komite I DPD RI ini menambahkan bahwa klarifikasi dari pejabat seperti Wamenaker Afriansyah Noor seharusya mendudukkan persoalan pada porsi yang objektif, yaitu pada tata kelola pelaksanaan dan akuntabilitas program, bukan justru digoreng menjadi komoditas politik untuk menjatuhkan reputasi figur tertentu.


"Saya melihat ada pihak-pihak yang tidak nyaman dengan soliditas kabinet dan performa moncer AHY dalam mengawal pembangunan infrastruktur serta program kesejahteraan. Akibatnya, isu sekecil apa pun di program MBG ditarik-tarik secara paksa agar bermuara pada delegitimasi politik Demokrat," lanjutnya.


Lebih lanjut, Doktor Ilmu Politik ini mengingatkan publik dan media agar tetap jernih dan kritis dalam menyaring informasi. Ia menegaskan bahwa program strategis seperti MBG melibatkan banyak pemangku kepentingan dan badan pelaksana khusus, sehingga tidak adil jika dijadikan alat gebuk politik personal.


"Sebagai mantan senator yang sepuluh tahun mengawal kebijakan publik, saya mengimbau semua pihak untuk menyudahi politisasi yang tendensius ini. Mari fokus pada substansi program agar berdampak nyata bagi masyarakat, bukan malah sibuk memproduksi pembunuhan karakter (character assassination) terhadap AHY dan Demokrat demi agenda politik jangka pendek," pungkas Fachrul Razi.  [Red]


Berita Populer


TerPopuler