
Tracee Ellis Ross ( source apnews.com )
AmbaritaNews.com | New York - Tracee Ellis Ross mulai menyadari hal-hal kecil yang membawa kebahagiaan dalam hidupnya, seperti bunyi klik yang memuaskan dari alat pengeriting rambut atau rasa buah zaitun. Saat ini, hal-hal kecil itu memang menjadi bagian dari pekerjaannya.
Aktris dan produser tersebut akan menjalani debutnya di panggung Broadway mulai Selasa melalui pertunjukan "Every Brilliant Thing", salah satu drama paling menghangatkan hati dan penuh kebahagiaan pada musim panas ini, meskipun mengangkat tema depresi.
Drama tersebut berkisah tentang seorang narator yang menyusun daftar berbagai hal untuk membuktikan kepada ibunya yang mengalami depresi bahwa hidup layak untuk dijalani. Daftar itu mencakup berbagai hal sederhana, seperti anak bebek, spaghetti bolognese, dan menari di tempat umum. Nomor 999.996 dalam daftar itu adalah: "Mengelupas selembar wallpaper secara utuh tanpa sobek."
"Apa yang luar biasa ketika Anda mulai melakukan ini adalah Anda benar-benar mulai memperhatikan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan," kata Ross. "Hal-hal itu ada di mana-mana, dan itulah yang membuat karya ini begitu indah: ia mengubah cara Anda memandang dunia."
Ross Akan Mengajak Penonton Terlibat dalam Pertunjukan
Ross mengambil alih peran Broadway yang sebelumnya dimainkan oleh aktor Daniel Radcliffe dan kemudian oleh aktris Mariska Hargitay.
Pertunjukan ini merupakan pertunjukan solo, tetapi para penonton turut berperan. Beberapa di antaranya akan diminta membaca daftar dari secarik kertas, sementara yang lain berpura-pura mengendarai mobil, membuat boneka dari kaus kaki, atau berperan sebagai orang tua sang narator.
Ross akan membantu memilih dan meyakinkan para penonton untuk ikut serta dalam pertunjukan. Ia akan berjalan di lorong-lorong teater dan berbincang dengan para penonton sebelum pertunjukan dimulai. Ia mengaku mencari orang-orang yang ramah, bahkan sedikit enggan untuk ikut.
"Ada rasa melayani materi cerita, dan sedikit keraguan justru menjadi kualitas khusus dari peran-peran yang kami butuhkan," ujarnya, dikutip apnews.com Selasa (7/7/2026).
Drama yang ditulis oleh Duncan Macmillan bersama Jonny Donahoe ini memungkinkan sang narator untuk berimprovisasi dan mengubah beberapa daftar "hal-hal luar biasa" agar sesuai dengan latar belakang pemerannya. Misalnya, jika Daniel Radcliffe menggunakan frasa "memakai jubah", maka Ross dapat menggantinya dengan "rok balet (tutu)".
"Daftar itu harus terasa autentik bagi mereka," kata Macmillan. "Apa yang mereka anggap luar biasa pada berbagai tahap kehidupan akan berbeda bagi setiap orang."
Naskah juga disesuaikan dengan usia dan latar belakang pemeran, mulai dari sereal favorit, kartun kesukaan, orang yang pernah mereka sukai saat remaja, hingga film-film yang mereka anggap luar biasa sepanjang hidup.
"Mereka memiliki alasan pribadi untuk terhubung dengan materi ini, tetapi mereka juga orang-orang yang lucu, terbuka, murah hati, dan rendah hati sehingga penonton mendukung mereka," ujar Macmillan.
Pertunjukan ini hanya berlangsung selama 70 menit, tetapi Ross tidak pernah berhenti sejenak, terus berinteraksi dengan penonton, dan pada dasarnya harus menghafal monolog sepanjang 40 halaman hanya dalam masa latihan selama tiga minggu.
"Rasanya seperti menelan seekor paus dan belajar mencernanya melalui jari-jari saya, tubuh saya, suara saya, dan hati saya," katanya.
Broadway Masuk dalam Daftar Impian Ross
Ross, lulusan Brown University dan alumnus The William Esper Studio, memulai kariernya dengan mengikuti audisi untuk teater, film, dan televisi. Ia kemudian dikenal luas melalui serial televisi black-ish dan Girlfriends.
Broadway selalu menjadi salah satu impiannya, tetapi membintangi sebuah drama yang dapat terhubung dengan orang lain secara penuh harapan, menurutnya, benar-benar sesuai dengan dirinya.
"Ini adalah kisah tentang sesuatu yang nyata dan sedang dihadapi banyak orang, tetapi diceritakan melalui sudut pandang tentang hal-hal yang membuat hidup layak dijalani—semua hal yang bisa masuk dalam daftar impian saya," ujarnya.
"Kadang-kadang harapan terasa seperti gagasan yang menakutkan di tengah perasaan dan kenyataan. Namun, saya pikir memiliki kemampuan dan peta untuk meraih hal-hal lain dapat menyeimbangkan momen-momen tersebut dan memberi kita jalan menuju langkah berikutnya."
Ross juga mengaku sengaja tidak menonton penampilan Daniel Radcliffe maupun Mariska Hargitay dalam peran tersebut.
"Sulit bagi saya jika sudah ada penampilan atau gagasan orang lain yang terlanjur masuk ke dalam pikiran saya," katanya.
Ketika diminta menyebutkan satu lagi "hal luar biasa" dalam hidupnya, Ross—yang merupakan satu dari lima bersaudara—langsung menjawab:
"Momen ketika saya dan saudara-saudara saya saling memandang karena kami tahu persis apa yang sedang terjadi, dan hanya kami berlima yang memahaminya, sementara tidak ada orang lain yang tahu." [Diori Parulian Ambarita & Mark Kennedy]