Kirab Agung Sang Saka Merah Putih 2.045 Meter Momentum Menuju Indonesia Emas -->
INGIN MENJADI JURNALIS MEDIA ONLINE AMBARITA NEWS, HUBUNGI NOMOR TELEPON ATAU WHATSAPP 082130845668

Kirab Agung Sang Saka Merah Putih 2.045 Meter Momentum Menuju Indonesia Emas

Minggu, 11 Januari 2026, 11:27



AmbaritaNews.com | Kabupaten Bekasi - Persiapan pelaksanaan Kirab Agung Sang Saka Merah Putih di Provinsi Lampung menjadi momentum strategis dalam membangkitkan kembali semangat nasionalisme dan patriotisme di tengah masyarakat. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang reflektif sekaligus edukatif untuk memperkuat kesadaran kebangsaan lintas elemen bangsa.


Kirab Agung Sang Saka Merah Putih dengan panjang 2.045 meter mengandung makna filosofis mendalam yang merepresentasikan visi “Indonesia Emas 2045”, yakni cita-cita besar bangsa Indonesia dalam menyongsong satu abad kemerdekaan. Agenda nasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21 April 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, sebagai simbol perjuangan, emansipasi, dan kebangkitan nilai kemanusiaan.


Kegiatan ini dipersiapkan oleh Panitia Pemrakarsa Kirab Agung Sang Saka Merah Putih dibawah naungan Yayasan Indonesia Membangun Sejahtera yang melibatkan berbagai unsur strategis, mulai dari tokoh nasional, pemerintah daerah, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, hingga insan pers. Struktur kepanitiaan mencerminkan kolaborasi lintas sektor demi menjamin kelancaran, keamanan serta nilai edukatif dari kegiatan tersebut.


Sebagai pembina kegiatan, tercatat sejumlah tokoh nasional, di antaranya Romo HRM Soekarna, Romo Masud Toyib, Titiek Soeharto (dalam koordinasi), serta Ali Akiram, S.H., M.H. Penanggung jawab kegiatan diamanahkan kepada Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, sementara pelaksanaan teknis diketuai oleh Ketua DPRD Lampung Utara Muhammad Yusrizal, S.T., bersama jajaran pengurus yayasan dan panitia pelaksana.


Koordinasi lapangan melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, tenaga medis, organisasi kemasyarakatan PUKAT Nusantara, mahasiswa, serta masyarakat umum. Sementara itu, publikasi dan dokumentasi kegiatan didukung oleh sejumlah media nasional dan daerah, antara lain Forum Penulis dan Wartawan Indonesia (FPWI), Media Warta Nasional (MWN), TV One, serta jaringan jurnalis lainnya.


Menurut Romo HRM Soekarna, penyelenggaraan Kirab Agung Sang Saka Merah Putih memiliki landasan historis dan filosofis yang kuat. Ia menjelaskan bahwa bendera Merah Putih telah digunakan sejak masa kejayaan kerajaan-kerajaan Nusantara, seperti Kerajaan Kediri pada abad ke-12, Majapahit pada abad ke-13, hingga masa perjuangan melawan kolonialisme Belanda dan Jepang.


“Sang Saka bermakna sesuatu yang luhur, agung, dan bermartabat. Sementara Merah dan Putih melambangkan semangat suci dalam perjuangan kemanusiaan yang bersatu, berkeadilan, dan beradab,” ungkap HRM Soekarna. Oleh karena itu, menurutnya, nilai-nilai luhur tersebut harus terus dipertahankan dan diwariskan dalam perjalanan bangsa ke depan.


Lebih lanjut, Kirab Agung ini juga dimaknai sebagai refleksi atas perjuangan R.A. Kartini, yang menanamkan nilai welas asih, kemanusiaan, dan kesetaraan. Nilai tersebut tidak hanya ditujukan kepada sesama anak bangsa, tetapi juga terhadap seluruh bentang alam Nusantara yang harus dijaga kelestarian dan ekosistemnya demi keberlanjutan kehidupan berbangsa dan bernegara.


Senada dengan hal tersebut, Mubahir, Ketua Yayasan Indonesia Membangun Sejahtera, menyampaikan bahwa Kirab Agung Sang Saka Merah Putih digagas sebagai upaya menyatukan seluruh elemen bangsa dalam bingkai Persatuan Indonesia menuju terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan pada Minggu, 11 Januari 2026, di Sekretariat Yayasan Indonesia Membangun Sejahtera, Jalan Kalimalang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.


Dan menurut Ali Akiram, S.H., M.H dewan pengawas pukat nusantara Bahwa Negara kesatuan Republik Indonesia merupakan Negara kesatuan dengan bandera  merah putih sebagai simbol perjuangan dan identitas bangsa. Artinya kita wajib menjunjung tinggi marwah bandera kita yang merupakan  simbol perjuangan (mengenang jasa para pahlawan) dan identitas bangsa (bangsa kita yang terdiri dari bebagai suku, ras, agama, beribu pulau dipersatukan oleh bandera merah putih, sehingga kita satu dalam nilai persatuan indonesia).


Sementara itu, Rukmana, S.Pd.I., C.PLA, Ketua Umum Forum Penulis dan Wartawan Indonesia (Forum PWI), menegaskan bahwa Pancasila sebagai dasar negara merupakan way of life yang menuntun bangsa Indonesia menuju cita-cita keadilan sosial. “Makna Indonesia Emas tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, Kirab Agung ini akan diiringi simbol Burung Garuda Pancasila sebagai representasi ideologi pemersatu bangsa,” tegasnya.


Di sisi lain, Yohan Yudistira, Sekretaris Yayasan, menjelaskan bahwa kegiatan Kirab Agung Sang Saka Merah Putih bukan kali pertama dilaksanakan. Sebelumnya, kegiatan serupa telah sukses digelar di Pemalang, Jawa Tengah, dengan panjang bendera mencapai 1.001 meter. “Kirab Agung ini merupakan pelaksanaan kedua dan ke depan akan kami laksanakan di setiap provinsi sebagai gerakan nasional,” ujarnya.


Kirab Agung Sang Saka Merah Putih ini diinisiasi oleh Yayasan Indonesia Membangun Sejahtera, dengan dukungan dan sponsorship dari Forum Penulis dan Wartawan Indonesia (Forum PWI) serta PUKAT Nusantara dan Himpunan Pengusaha Nusantara (HIPNUSA) sebagai wujud nyata kolaborasi kebangsaan menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan bermartabat.  [Red]


Berita Populer


TerPopuler