![]() |
| Pimpinan Redaksi (Pimred) media online ambaritanews.com DiORi PARULiAN AMBARiTA atau yang akrab disapa AMBAR |
AmbaritaNews.com | Bekasi - Pimpinan Redaksi (Pimred) media online ambaritanews.com, DiORi PARULiAN AMBARiTA atau yang akrab disapa AMBAR membantah tuduhan bahwa dirinya menerima uang untuk menurunkan (takedown) sejumlah pemberitaan terkait dugaan penanganan kasus dua pria yang diduga menjual obat keras golongan tertentu (obat daftar G) di Kabupaten Pemalang.
Adapun pemberitaan yang dimaksud antara lain berjudul
Dua Penjual Obat Daftar G di Pemalang "Diamankan" Jeruji Besi atau Udara Bebas? https://www.ambaritanews.com/2026/07/dua-penjual-obat-daftar-g-di-pemalang.html
Usai Konfirmasi Kasat Resnarkoba, Keberadaan Dua Pria dalam Video di Mapolres Pemalang Jadi Pertanyaan https://www.ambaritanews.com/2026/07/usai-konfirmasi-kasat-resnarkoba.html
serta
Dugaan Upaya Takedown Berita Jadi Sorotan, Redaksi AMBARITA NEWS Pertanyakan Pola Komunikasi dalam Penanganan Pemberitaan https://www.ambaritanews.com/2026/07/dugaan-upaya-takedown-berita-jadi.html
AMBAR menyatakan, Jumat (17/7/2026) tidak menerima apapun atas tuduhan dari orang-orang suruhan jajaran anggota Satresnarkoba Polres Pemalang.
Menurut AMBAR, tuduhan tersebut tidak benar. Ia menegaskan tidak pernah menerima uang maupun bentuk imbalan apa pun terkait permintaan untuk menghapus atau menurunkan berita yang telah dipublikasikan.
Meski saat ini masih dalam masa pemulihan akibat kondisi kesehatan yang dialaminya, AMBAR menyatakan tetap berkomitmen membela independensi pers serta hak-hak wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
![]() |
| kanan: Ridho Fajri (mengaku orang dekat) Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi |
Sebagai aktivis pers yang selama ini dikenal vokal mengadvokasi wartawan yang mengalami intimidasi maupun dugaan kriminalisasi saat menjalankan tugas, AMBAR menyebut tuduhan tersebut telah mencoreng nama baik dan integritas profesinya.
AMBAR juga menyampaikan bahwa terdapat seseorang yang mengaku bernama Ridho Fajri orang dekat Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi yang disebut memperkenalkan diri sebagai bagian dari Media Hub POLRI atau mediahub.polri.go.id dan mengklaim memiliki kedekatan dengan sejumlah tokoh nasional.
Menurut AMBAR, pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh orang tersebut dinilai telah merugikan nama baiknya.
Atas tuduhan yang dialaminya, AMBAR menyatakan tengah mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum. Langkah tersebut, menurutnya, dilakukan sebagai upaya memperoleh kepastian hukum dan memulihkan nama baik apabila terdapat unsur dugaan pencemaran nama baik atau fitnah.
"Saya tidak pernah menerima uang apa pun untuk melakukan takedown berita. Tuduhan tersebut tidak benar dan saya siap menempuh jalur hukum demi mendapatkan keadilan," tegas AMBAR. [...]


