Mutlak! Jurnalis Sedunia Sambut Tanggal 2 November -->

Mutlak! Jurnalis Sedunia Sambut Tanggal 2 November

Kamis, 02 November 2023, 04:43

Pimpinan Redaksi Media Online Ambarita News, Diori Parulian Ambarita


AmbaritaNews.com | Bekasi – Menjadi jurnalis atau wartawan akan ada kemungkinan resiko-resiko yang akan dihadapi serta berhadapan dengan ancaman jiwa keselamatan dalam menjalankan tugas mencari berita.


Dengan penuh kesadaran, jurnalis atau wartawan tidak takut untuk menggali informasi dari narasumber agar mendapatkan capaian harapan publik, sehingga narasi yang telah disusun akan menjadi suguhan yang dapat memberikan manfaat lebih kepada para pembaca.


Lantas, apa kaitannya dengan tanggal 2 November untuk jurnalis atau wartawan? Berikut penjelasannya. Melansir dari kompas.com dengan judul  Tanggal 2 November Memperingati Hari Apa? Tayang hari Rabu (1/11/2023).


Setiap tanggal 2 November diperingati Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas atas Kejahatan Terhadap Jurnalis.


Hari ini dideklarasikan pada tanggal 2 November melalui ‘Resolusi Majelis Umum A/RES/68/163’ oleh Majelis Umum PBB. 


Terpilihnya tanggal 2 November karena bertepatan dengan pembunuhan dua jurnalis Prancis di Mali yang diculik dan ditembak mati oleh kelompok teroris saat bertugas pada 2 November 2013. 


Menjadi seorang jurnalis memang bukan pekerjaan mudah. Ada resiko ancaman bahaya yang selalu mengintai terutama untuk jurnalis yang bertugas di ranah sensitif. Menurut PBB, antara tahun 2004 dan 2014, lebih dari 700 jurnalis dibunuh. 


Oleh sebab itu International Freedom of Speech Exchange (IFEX) menetapkan Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas atas Kejahatan Terhadap Jurnalis.


Sejak tahun 2013, peringatan internasional Hari Impunitas Internasional untuk Kejahatan Terhadap Jurnalis dan Profesional Media bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong diskusi produktif di antara semua aktor yang terlibat dalam perjuangan melawan impunitas atas kejahatan terhadap jurnalis.


Tetapi apa yang terjadi? Ternyata masih saja ada perlakukan atau tindakan hingga ancaman pembunuhan yang dialami jurnalis atau wartawan di Indonesia. Bukan hal yang tabu, bila jurnalis atau wartawan menulis berita yang mengungkap kasus, maka subjek tersebut akan menakut-nakuti insan pers.


Bahkan ancaman-ancaman kepada jurnalis atau wartawan dari subyek yang diberitakan akan menggempur keberanian dan mental si penulis berita. Terpenting bagi jurnalis atau wartawan, informasi yang disampaikan kepada pembaca melalui berita dapat bermanfaat untuk kepentingan orang banyak.


Berita yang ditulis jurnalis atau wartawan akan menjadi sejarah dan akan tetap diingat oleh pembaca. Bagi saya, menjadi jurnalis atau wartawan adalah sama dengan pahlawan, kenapa dikatakan demikian? sebab jurnalis atau wartawan berjuang untuk membangun manusia Indonesia dengan minat baca, yakni membaca berita.


Mengulas sedikit yang pernah saya alami setelah susunan narasi menjadi berita dan dibaca publik, seperti: intimidasi oknum anggota TNI, tindakan kekerasan oknum anggota polisi, mau ditembak pakai senpi, dikeroyok preman, dicari-cari mau dibunuh hingga mau dimatiin dengan cara mistis.


Begitulah yang terjadi dengan saya, namun kekuasaan Allah SWT Maha Besar. Dan dalam menjalankan tugas mencari berita tidak pernah khawatir maupun takut dimanapun saya berada. Sebab yang saya lakukan adalah mengungkap fakta, bukan hal-hal yang melanggar hukum.


Terakhir, sebagai insan pers dalam menjalankan tugas mencari berita, laksanakan dengan baik. Sehingga berita yang ditulis dapat bermanfaat untuk masyarakat luas dan jurnalis atau wartawan adalah pahlawan.


Hidup Pers!


Berita Populer


TerPopuler