![]() |
| Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai |
AmbaritaNews.com | Bandung – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh insan pers di Indonesia. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan di Hotel Papandayan, Kota Bandung, Selasa (28/7/2026).
Dalam penyampaiannya, Pigai mengucapkan terima kasih kepada para wartawan sekaligus meluruskan pemberitaan mengenai istilah "londo ireng" yang sebelumnya ramai diperbincangkan.
"Saya menyampaikan salam dari Presiden Prabowo untuk wartawan semuanya. Terima kasih. Saya juga menyampaikan, bukan 'londo ireng' lagi, Pak ya. Saya kasih tahu, 'londo ireng' itu maksudnya begini," ujar Pigai.
Pigai menjelaskan bahwa istilah tersebut memiliki konteks sejarah. Menurutnya, "londo ireng" merujuk pada orang-orang pribumi pada masa penjajahan yang membantu kepentingan pemerintah kolonial Belanda sehingga dianggap mengkhianati bangsanya sendiri.
"'Londo ireng' itu maksudnya orang yang membantu orang asing. Itu mengkhianati negaranya. Jadi tidak disebut wartawan," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pihak yang dimaksud bukanlah profesi wartawan secara umum. Menurut Pigai, mungkin saja terdapat individu dari berbagai latar belakang yang memiliki sikap demikian.
"Yang ada mungkin ada satu dua wartawan, mungkin juga ada pegawai negeri sipil, ada juga mungkin menteri, jangan salah. Ada juga dari semua komunitas yang ada," katanya.
Pigai juga menilai bahwa polemik tersebut muncul karena adanya pemberitaan yang kurang tepat dalam penulisan judul oleh salah satu media.
"Yang menyatakan wartawan itu adalah sebuah media besar, media teman kita juga. Dia salah menulis judulnya itu. 'Londo ireng' itu kan orang-orang yang dulu dipersenjatai Belanda untuk melakukan penindasan di Indonesia," jelasnya.
Di akhir penyampaiannya, Pigai kembali menegaskan pesan Presiden Prabowo kepada insan pers.
"Intinya Pak Prabowo bilang, 'I love you wartawan'. Benar lho, ini saya benar-benar menyampaikan," tutup Menteri HAM. [Diori Parulian Ambarita]
