AI Sahabat Anak: Terobosan Digital Komnas Perlindungan Anak untuk Tangani Kekerasan Anak 24 Jam Nonstop -->
INGIN MENJADI JURNALIS MEDIA ONLINE AMBARITA NEWS, HUBUNGI NOMOR TELEPON ATAU WHATSAPP 082130845668

AI Sahabat Anak: Terobosan Digital Komnas Perlindungan Anak untuk Tangani Kekerasan Anak 24 Jam Nonstop

Selasa, 11 November 2025, 14:44

Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Agustinus Sirait


AmbaritaNews.com | Jakarta - Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Agustinus Sirait, meluncurkan program inovatif berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama “AI Sahabat Anak” yang bertujuan untuk membantu pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak secara cepat, digital, dan responsif 24 jam penuh.


Dalam keterangannya di Jakarta, Agustinus menjelaskan bahwa peluncuran ini merupakan tindak lanjut dari upaya Komnas PA untuk menghadirkan sistem perlindungan anak yang adaptif dengan perkembangan teknologi.


“Hari ini sebetulnya kita melakukan soft launching. Hampir setiap hari kita mendengar kabar kekerasan terhadap anak. Lewat AI Sahabat Anak, kami ingin membantu transformasi penanganan kasus yang seringkali terjadi di luar jam kerja lembaga. Ketika anak membutuhkan perlindungan jam 8 malam atau bahkan 11 malam, sistem ini siap membantu,” ujar Agustinus.


Program AI Sahabat Anak dirancang untuk menerima laporan kekerasan terhadap anak kapan pun dan di mana pun, dengan jaminan kerahasiaan identitas pelapor. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Mabes Polri, sistem ini diharapkan bisa mendeteksi tingkat urgensi laporan dan langsung menghubungkan kasus serius dengan aparat kepolisian di wilayah terkait.


“Harapan kami Mabes Polri bisa masuk ke dalam sistem ini. Jadi kalau ada kasus yang sifatnya mendesak, tim reaksi cepat bisa langsung turun ke lokasi. Identitas pelapor dijamin aman,” tambahnya.


Agustinus juga menyoroti pentingnya peran sekolah sebagai rumah kedua bagi anak-anak. Menurutnya, masih banyak sekolah yang belum siap menangani kasus kekerasan di lingkungan pendidikan.


 “Banyak sekolah yang belum memiliki tenaga psikolog. Padahal, anak-anak yang mengalami tekanan, bullying, atau kekerasan perlu penanganan profesional. Kami sudah bersurat ke Kemendiknas agar setiap sekolah dilengkapi psikolog,” ujarnya, Selasa (11/11/2025) siang.


Ailia Putri


Ia juga menegaskan bahwa perlindungan dalam dunia pendidikan tidak hanya untuk murid, tetapi juga untuk guru dan tenaga pendidik, sebagaimana diatur dalam Permendikbud No. 60, yang menegaskan perlindungan menyeluruh di satuan pendidikan.


Peluncuran AI Sahabat Anak disambut positif oleh berbagai kalangan muda. Di acara yang digelar di bilangan FX Sudirman, Jakarta Pusat, salah satu peserta, Ailia Putri, yang juga seorang pengusaha muda dan pembuat hijab, menilai inisiatif ini sangat inspiratif.


“Acara ini sangat insightful, apalagi bagi anak muda seperti kami. Ini membuktikan bahwa AI tidak selalu digunakan untuk hal negatif, tapi bisa jadi alat bantu untuk kebaikan. Kita jadi lebih semangat dan kritis,” kata Ailia.


Ailia juga membagikan pandangannya tentang pentingnya konsistensi dalam berkarya dan berbisnis, terutama bagi generasi muda.


“Apapun bisnisnya, yang penting konsisten. Hidup itu pilihan, dan setiap pilihan harus dipertanggungjawabkan. Aku sendiri punya bisnis hijab bayi, dan ingin menunjukkan bahwa perempuan berhijab pun bisa tetap aktif, berprestasi, dan berkontribusi,” ungkapnya.


Melalui peluncuran AI Sahabat Anak, Komnas Perlindungan Anak berharap masyarakat semakin sadar pentingnya peran bersama dalam mencegah kekerasan terhadap anak, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitar. Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi lintas lembaga, perlindungan anak di Indonesia diharapkan semakin kuat, cepat, dan modern.  [Diori Parulian Ambarita & Supriyadi]


Berita Populer


TerPopuler