AmbaritaNews.com | Jakarta - Aqsa Working Group (AWG) menggelar Aksi Jumat Nasional di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Jumat (21/8/2026), untuk memperingati 57 tahun tragedi pembakaran Masjid Al-Aqsa sekaligus Milad ke-18 organisasi tersebut.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB itu mengusung tema “Peringatan ke-57 Tahun Pembakaran Al-Aqsa dan Milad ke-18 Tahun Aqsa Working Group: Istiqamah Bergerak Berjamaah; Bebaskan Al-Aqsa dan Palestina.”
Aksi solidaritas tersebut tidak hanya berlangsung di Jakarta. Gerakan serupa digelar secara serentak di sejumlah daerah, di antaranya Ambon, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Jambi, Banten, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur.
Ketua Presidium AWG, Muhammad Anshorullah, mengatakan berdirinya AWG pada 21 Agustus 2008 tidak dapat dipisahkan dari tragedi pembakaran Masjid Al-Aqsa pada 21 Agustus 1969.
Menurut Anshorullah, AWG didirikan tepat 39 tahun setelah tragedi tersebut sebagai ikhtiar untuk mengembalikan perhatian umat Islam terhadap Masjid Al-Aqsa.
“Delapan belas tahun bukan sekadar perjalanan waktu. Ini adalah perjalanan istiqamah untuk menjaga amanah perjuangan Al-Aqsa dan Palestina. Selama Al-Aqsa masih dijajah dan hak rakyat Palestina belum terpenuhi, perjuangan kita belum selesai,” ujar Anshorullah.
AWG menilai peringatan 57 tahun tragedi pembakaran Al-Aqsa tidak boleh hanya menjadi momentum untuk mengenang sejarah. Sebab, menurut organisasi tersebut, berbagai tindakan yang dinilai sebagai penodaan, pembatasan akses jamaah Muslim, serta ancaman terhadap status quo kompleks Al-Aqsa masih terus menjadi perhatian.
“Tragedi pembakaran Al-Aqsa pada 1969 adalah luka sejarah. Namun hari ini ancamannya tidak berhenti. Karena itu, memperingatinya berarti memperkuat kesadaran bahwa Masjid Al-Aqsa masih membutuhkan pembelaan,” kata Anshorullah.
Ia menegaskan, kepedulian terhadap Al-Aqsa juga tidak dapat dipisahkan dari solidaritas terhadap rakyat Palestina yang hingga kini menghadapi penderitaan berkepanjangan.
“Masjid Al-Aqsa masih dijajah. Perjuangan belum selesai. Karena itu mari rapatkan barisan, bergerak berjamaah, dan terus perjuangkan kebebasan Al-Aqsa serta kemerdekaan Palestina,” tegasnya.
Bertepatan dengan Jumat, 21 Agustus 2026 atau 8 Rabiul Awal 1448 H, AWG juga menyerukan kepada para khatib di berbagai wilayah Indonesia agar mengangkat isu Al-Aqsa dalam khutbah Jumat.
Seruan tersebut diharapkan menjadi sarana untuk mengingatkan umat Islam mengenai tragedi pembakaran Al-Aqsa sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap berbagai persoalan yang masih berlangsung di kompleks masjid tersebut dan Palestina.
“57 tahun yang lalu, 21 Agustus 1969, Masjid Al-Aqsa dibakar oleh seorang ekstremis Yahudi,” demikian seruan AWG.
AWG mengajak para khatib menjadikan khutbah Jumat sebagai bagian dari tanggung jawab umat Islam dalam menjaga kesucian Al-Aqsa serta mengingatkan masyarakat mengenai penderitaan rakyat Palestina.
“Sebagai wujud tanggung jawab umat Islam dalam menjaga kesucian Al-Aqsa sekaligus mengingatkan umat atas kezaliman yang terus berlangsung, Aqsa Working Group menyerukan kepada para khatib untuk mengangkat tema Al-Aqsa dalam khutbah Jumat,” ujar Anshorullah.
AWG berharap rangkaian peringatan tersebut dapat memperluas kesadaran masyarakat mengenai pentingnya Masjid Al-Aqsa sekaligus memperkuat solidaritas terhadap Palestina.
Anshorullah mengajak para tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, komunitas, khatib, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga isu Al-Aqsa agar tetap hidup dalam kesadaran umat.
“Istiqamah bergerak berjamaah adalah kunci. Kita mungkin berada jauh dari Palestina, tetapi kepedulian, doa, dukungan kemanusiaan, dan suara kita dapat menjadi bagian dari perjuangan untuk menghadirkan keadilan bagi Palestina,” ujarnya.
Bagi AWG, Milad ke-18 bukan sekadar perayaan organisasi, melainkan momentum untuk kembali memperkuat komitmen perjuangan dan solidaritas terhadap Al-Aqsa serta Palestina. Bergerak berjamaah, bebaskan Al-Aqsa dan Palestina. [Diori Parulian Ambarita]


